Posted by: mikolehi | April 29, 2009

Jalan Puisi

jika kita tak bercakap sebagai angin
bagaimana daun bisa mengatup-ngatupkan helainya
bagaimana sampai hijau atau biru menelusup ke pori
di tepian aku seumpama hanyut ranting
di kedalaman tergulung-gulung
aku melapuk bersama geletak ikan yang tak tampak
rindu aku bersua tampuk, tempat menukik
menceritakan seberapa banyak helai yang jatuh hari ini

pemahat pernah menyinggahkan rindunya pada kulit
sekarang lapuk aku dengan air
bersama batu atau pasir yang terus menggesekkan pedihnya
hingga sampai ujung arus
tapi belum tampak tanda menuju hulu
terus basah, lapuk digilir menuju entah

siang atau malam tak kenal aku
kurindui pemahat, kurindui daun atau bakal bunga
yang menjuntai di sepanjang tahun kayu
“oh, pernah suatu senja aku berkasih bersama-sama kupu-kupu,
bertukar cerita, menaut pandang, dan berukar resah hari yang pasi”

-crocodile-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: